stop-plagiarism

Salah satu teknologi pasca panen padi yaitu Rice Milling Unit. Rice Milling Unit adalah alat mesin pertanian yang berfungsi untuk mengupas kulit gabah sehingga menjadi beras. Rice Milling Unit terdiri dari satu rangkaian unit penggiling yang terdiri dari unit pengupas, penyosoh, dan pemisah sekam (Nofriadi, 2007) ERGONOMI PADA MOBILE RICE MILLING UNIT. Mesin ini bersifat stasioner (tetap), sehingga tidak mudah dipindah dan dibawa sesuai permintaan petani. Maka dari itu, pengusaha Rice Milling Unit merancang ulang Rice Milling Unit stasioner menjadi Mobile Rice Milling Unit. Dimana pembuatan mesin ini ditujukan untuk memudahkan petani agar tidak perlu membawa gabah ke tempat penggilingan. Mesin ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil gilingan gabah.
Pada pengoperasian mobile Rice Milling Unit, manusia merupakan salah satu faktor penentu untuk meningkatkan produktivitas. Selain manusia sebagai pelaksana kerja, salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah kondisi lingkungan kerja. Lingkungan kerja sebagai salah satu komponen sistem kerja akan memberikan beban tambahan baik fisik maupun psikologi pada manusia dalam proses kerja. Suatu lingkungan kerja yang tidak nyaman, seperti panas yang cukup tinggi, pencahayaan yang kurang memenuhi syarat dan tingkat kebisingan yang sering mengganggu ketenangan bekerja merupakan kendala yang dapat mengurangi produktivitas kerja (Suma’mur, 1995:56).
Di Kecamatan Wuluhan, produksi padi pada tahun 2013 mencapai 30.575,41 ton dengan luas tanam 5436 ha (Badan Pusat Statistik Jember, 2013). Badan Pusat Statistik Jember (2013) menyatakan bahwa kecamatan wuluhan menempati peringkat empat terbesar di kabupaten jember dalam hal rumah tangga usaha pertanian yaitu 325.026 rumah tangga pada tahun 2013. Salah satunya yaitu usaha penggiling gabah keliling. Dari survei pendahuluan, pada kecamatan wuluhan terdapat 17 pengusaha Mobile Rice Milling Unit. Di kecamatan wuluhan kabupaten jember, operator Mobile Rice Milling Unit mengalami berbagai keluhan yang diakibatkan pekerjaannya sehingga akan mempengaruhi produktivitas kerjanya. O leh karena itu, penelitian ini akan mengevaluasi aspek ergonomi mobile Rice Milling Unit di Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember untuk meningkatkan produktivitas kerja operator. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang menimbulkan berbagai keluhan yang tidak diharapkan akibat kurang adanya kesesuaian Mobile Rice Milling Unit dengan dimensi operator. Dimensi mesin yang tidak sesuai, faktor kebisingan dan getaran mekanis dari mesin ini juga sangat menganggu pekerjaan operator sehingga produktivitas kerja operator juga terganggu. Dari permasalahan ini, perlu adanya desain ulang Mobile Rice Milling Unit untuk mendapatkan hasil yang baik dari sebelumnya dan meningkatkan rasa nyaman untuk operator sehingga produktivitas kerja juga meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here