stop-plagiarism

Pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia khususnya nasi dan termasuk adulterasi daging babi, sehingga ketersediaan pangan perlu mendapat perhatian yang serius baik kuantitas maupun kualitasnya (Gustiani, 2009). Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim sebanyak 207,2 juta jiwa dengan presentasi sebesar 87,18% pada tahun 2010 dari total penduduk 237 juta jiwa (BPS, 2010). Dalam agama islam ada makanan halal dan makanan haram begitu juga dengan minuman. Selain faktor keamanan pangan, faktor kehalalan suatu produk pangan juga harus menjadi perhatian masyarakat muslim (BPOM RI, 2007).
Bahan pangan dapat berasal dari tanaman maupun ternak. Produk ternak merupakan sumber gizi utama untuk pertumbuhan dan kehidupan manusia (Gustiani, 2009). Salah satu bahan pangan ternak yang mengandung nilai gizi tinggi adalah daging (Semadi et al., 2008). Daging kaya akan protein, lemak, mineral serta zat lainnya yang dibutuhkan tubuh (Yanti et al,. 2008). Daging dapat diolah dalam berbagai jenis produk yang menarik dengan aneka bentuk dan rasa untuk tujuan memperpanjang masa simpan serta dapat meningkatkan nilai ekonomis tanpa mengurangi nilai gizi dari daging yang diolah. Salah satu hasil olahan daging adalah nugget (Laksono et al., 2012). Nugget adalah suatu bentuk produk daging giling yang dibumbui, kemudian diselimuti oleh perekat tepung, pelumuran tepung roti
(breading), dan digoreng setengah matang lalu dibekukan untuk mempertahankan mutunya selama penyimpanan (Permadi et al., 2012). Produk nugget dapat dibuat dari daging sapi, ayam dan ikan dan lain-lain, tetapi yang populer dimasyarakat adalah chicken nuggets yang dibuat dari daging ayam (Widyastuti et al., 2010).  Seiring dengan kemajuan teknologi, terdapat berbagai produk pangan yang sangat beragam, dengan kualitas dan harga yang istimewa. Hanya saja, terkadang untuk mendapatkannya, diperlukan bahan-bahan yang diperoleh dari salah satu atau beberapa bagian dari tubuh babi dan kemudian mencampur bagian tersebut dengan produk olahan makanan lain. Secara ekonomis, penggunaan bahan babi mampu memberikan banyak keuntungan, karena murah dan mudah didapat. Bahan-bahan tersebut ketika sudah diolah menjadi produk pangan menjadi sangat sulit untuk dikenali (BPOM RI, 2007). Pencampuran bahan yang tidak diinginkan dalam suatu produk tertentu secara sengaja disebut aduterasi. Adulterasi berasal dari bahasa inggris yaitu Adulteration, menurut Federal Food, Drug, and Cosmetic (FD&C)adulterasi merupakan campuran atau pemalsuan pada suatu produk yang tidak memenuhi standart. Kasus makanan mengandung bahan dari babi marak terjadi di Indonesia sejak tahun 1980-an sampai sekarang (Fibriana et al., 2010). Oleh karena itu, pengetahuan terhadap berbagai kemungkinan penggunaan unsur babi perlu terus ditingkatkan (BPOM RI, 2007). Pada Desember 2014 lalu ditemukan kasus pencampuran nugget dengan daging babi yang beredar dipasaran, berdasarkan penelusuran yang dilakukan dari 5 sampel nugget yang dideteksi, dua diantaranya terbukti mengandung daging babi (Reportaseinvestigasi, 2014).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here