stop-plagiarism

Minyak bumi merupakan sumber energi yang tak terbarukan, sedangkan konsumsi masyarakat akan bahan bakar fosil ini semakin meningkat tiap tahunnya. Hal tersebut menyebabkan cadangan minyak bumi di Indonesia sebagai sumber energi utama akan semakin menipis. Oleh karena itu dibutuhkan pengembangan energi alternatif yang dapat mengganti bahan bakar fossil yang selama ini menjadi sumber energi utama. Indonesia sebagai negara agraris memiliki kapasitas produksi beras yang jumlahnya tidak sedikit per tahunnya. Hal ini terbukti pada tahun 2008 data BPS menunjukkan bahwa produksi padi di Indonesia seluruhnya kurang lebih 55 juta ton padi dengan total potensi sekam mencapai 13 juta ton per tahun (Wibowo, 2009). Kabupaten Jember memiliki luas sawah yang ditanami padi seluas 78.815 hektar, yang menempati urutan pertama di Jawa Timur (BPS, 2012). Jember merupakan daerah agraris yang menghasilkan padi sebagai komoditas unggulan. Tanaman pangan yang paling banyak diusahakan petani jember adalah padi, menghasilkan rata-rata 700 ribu ton per tahunnya (Firdaus et al, 2009). Dari hasil tersebut tidak semua menjadi bahan pangan (beras) melainkan ada yang menjadi limbah, diantaranya adalah sekam. Sekam adalah nama yang diberikan untuk bagian terluar bulir padi yang sudah terpisah dari isinya. Sekam merupakan hasil samping yang diperoleh dari proses pemberasan yaitu proses mengupas gabah dengan hasil berupa beras pecah kulit dan sekam yang sudah terpisah sendiri- sendiri. Istilah sekam meliputi kulit gabah yang berasal dari pengupasan bulir gabah isi maupun yang berasal dari gabah hampa yang sejak semula tidak ada isinya. Selulosa merupakan komponen utama pembentuk sekam. Kim dan Eom (2001) melakukan pengukuran komposisi kimia sekam, hasilnya berupa air 5%, lignin 21,6%, holoselulosa 60,8% dan abu 12,6%. Nilai energi sekam sekitar 3000 kcal per kilogramnya. Untuk menghasilkan pembakaran sempurna sekam, tiap kg sekam membutuhkan kira-kira 4.7 kg udara. Sekam padi inilah yang akan menjadi sumber yang baik sebagai bahan baku energi alternatif untuk membantu menyelesaikan problem menipisnya cadangan minyak. Ketersediaan sekam yang melimpah dan pemanfaatannya yang kurang membuat sekam hanya sebagai hasil samping produksi pertanian yang kurang optimal penggunaannya. Padahal sekam mengandung karbon dan hidrogen yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber panas untuk keperluan manusia. Kadar selulosa sekam yang cukup tinggi dapat menghasilkan pembakaran yang merata dan stabil. Salah satu cara pemanfaatan energi limbah pertanian yang mulai banyak dikembangkan saat ini yaitu dengan metode gasifikasi. Salah satu bahan yang cukup bagus untuk digunakan sebagai bahan bakar sistem gasifikasi adalah sekam. Dengan menggunakan metode gasifikasi sekam bisa menghasilkan energi berupa gas.
Kabupaten Jember dengan hasil pertanian padi yang menjadi unggulan membuat sekam menjadi salah satu hasil samping produksi yang cukup banyak namun pemanfaatannya kurang optimal. Sampai saat ini belum diketahui data jumlah produksi sekam, pemanfaatan sekam, lokasi penyebaran sekam dan perhitungan energi sekam serta tingkat kelayakan penggunaan sekam sebagai sumber energi alternatif. Oleh karena itu perlu perhitungan mengenai energi sekam dengan produksi sekam yang tersedia di Kabupaten Jember agar diketahui berapa potensi energi yang dihasilkan sekam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here