stop-plagiarism

Pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk dapat bersaing di era globalisasi sekarang ini. Sebagaimana dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, dijelaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu, serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuaidengan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Peningkatan mutu pendidikan dalam proses pembelajaran merupakan upaya pembaharuan pendidikan yang dapat dilakukan oleh guru. Menurut UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Bab 1 Pasal 1, “guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi perserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Berdasarkan undang-undang tersebut tampak bahwa guru merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pendidikan, seperti dikemukaan oleh Mulyasa (dalam Susanto, 2015:32-33) bahwa peran dan fungsi guru sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah. Sekolah merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan formal. Dalam pendidikan formal, terdapat jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Adapun pendidikan dasar yang dimaksud tersebut dijelaskan dalam UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 17 ayat 1 dan 2 bahwa pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat. Dengan demikian, sekolah dasar (SD) masuk pada kategori pendidikan dasar. Susanto (2015:82-83) menjelaskan tujuan pendidikan di sekolah dasar adalah untuk membentuk manusia yang memiliki karakter serta kepribadian yang mulia, kreatif, kritis, santun, taat, beragama, peduli terhadap sesama dan lingkungan alam sekitar, bekerja sama, dan saling menolong. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam mempersiapkan pembelajaran, guru harus memahami karakteristik materi pelajaran, karakteristik murid atau peserta didik, serta memahami metodologi pembelajaran sehingga proses pembelajaran akan lebih variatif, inovatif, dan konstruktif dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya sehingga akan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Matematika merupakan salah satu bidang studi yang ada pada semua jenjang pendidikan. Pada hakikatnya, matematika tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari, dalam arti matematika memiliki kegunaan yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. Depdiknas (2006:416) menyatakan bahwa “matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan menunjukkan daya pikir manusia”. Oleh karena itu, matematika penting diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematik, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Sumarmo dkk., (dalam Susanto, 2015:191) menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa sekolah dasar belum memuaskan, juga adanya kesulitan belajar yang dihadapi siswa dan kesulitan yang dihadapi guru dalam mengajarkan matematika. Begitu juga hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Soedjadi (dalam Susanto, 2015:191) bahwa daya serap rata-rata siswa sekolah dasar untuk mata pelajaran matematika hanya sebesar 42%. Herman (2007:48).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here