stop-plagiarism

Persediaan adalah sebagai suatu aktiva yang meliputi bahan-bahan yang disediakan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang-barang atau produk yang digunakan untuk mememnuhi permintaan dari konsumen (Freddy, 2007). Pengendalian persediaan perlu diperhatikan oleh perusahaan retail maupun manufactur karena sangat menentukan kelancaran kegiatan usaha dalam mencapai keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya seminimal mungkin. Pengadaan barang dibutuhkan sejumlah waktu untuk proses pemesanan barang tersebut. Sehingga dengan adanya permintaan dalam suatu perusahaan, maka permintaan suatu barang yang datang diharapkan dapat dipenuhi dengan segera pada saat adanya permintaan barang yang dilakukan konsumen. UD Jasmine merupakan salah satu perusahaan retail di bidang produk makanan olahan beku atau frozen food di wilayah jember. UD Jasmine menjual berbagai jenis frozen food mulai dari produk makanan olahan ikan, udang, kepiting, cumi dan ayam yang berasal dari berbagai brand. Pihak toko harus melakukan pemesanan barang kepada supplier dalam memenuhi permintaan konsumen dimana supplier berada di beberapa kota yang berbeda sehingga waktu order sampai dengan barang tiba memerlukan waktu tunggu. Pemesanan baru dilakukan jika stok barang tertentu hampir habis, dengan jumlah yang mengacu pada penggunaan sebelumnya. Permasalahan yang terjadi di UD Jasmine adalah dalam pengelolaan data barang masih menggunakan cara manual dengan menulis ke dalam buku catatan. Selama ini admin melakukan pengecekan barang setiap harinya untuk memastikan jumlah stok 2 per item barang. Proses pengecekan seperti ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan rentan terhadap kesalahan sehingga harus kerja dua kali atau bahkan lebih dalam perhitungan stok barang. Permasalahan lain, tidak adanya perkiraan jumlah barang yang akan dibeli pelanggan sehingga jumlah pembelian barang dari supplier sering keliru. Tak jarang ada beberapa pelanggan yang kecewa karena barang yang dipesan tidak tersedia, bahkan tidak sedikit pula barang yang tersedia berlebih yang dapat menyebabkan toko harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penyimpanan dan pemeliharaan guna menjaga kualitas barang serta meningkatnya waste akibat terbuangnya barang yang kadaluwarsa yang tidak dapat dikembalikan lagi karena melebihi tenggang waktu yang telah disepakati dengan para supplier. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh UD Jasmine, diperlukan metode yang dapat disistemkan yang sesuai dengan pola data penjualan dalam pengendalian persediaan. Hasil analisis data penjualan yang digunakan sebagai data peramalan, fakta menunjukkan bahwa data penjualan kecenderungan trend. Metode yang digunakan untuk pola data trend yaitu dengan menggunakan metode Double Exponential Smoothing Holt (Markridakis, 1992). Oleh karena itu penulis akan melakukan penelitian mengenai pengendalian persediaan pada UD Jasmine menggunakan data masa lalu selama ± 2 tahun. Metode Double Exponential Smoothing untuk meramalkan jumlah permintaan barang yang disediakan pada periode berikutnya. Untuk menentukan kuantitas pemesanan yang optimal, persediaan pengaman (Safety Stock) dan titik pemesanan kembali (reorder point)digunakan Economic Order Quantity (EOQ). Harapannya sistem ini mampu menentukan persediaan yang optimal. Optimal berarti memiliki jumlah yang pas, tidak kekurangan dan tidak berlebihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here