stop-plagiarism

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan hilangnya toleransi pada karbohidrat (Price & Wilson, 2005). DM adalah suatu keadaan hiperglikemi kronis yang disertai dengan kelainan metabolik yang diakibatkan oleh gangguan hormonal (Mansjoer et al., 2000). DM yang berkembang penuh secara klinis dapat ditandai dengan hiperglikemi, aterosklerotik, mikroangiopati, dan neuropati (Price & Wilson, 2005). DM menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi (Mansjoer et al., 2000). Penyakit DM diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan etiologinya yaitu diabetes tipe 1, tipe 2, tipe gestasional, dan tipe lain. Salah satu jenis DM yang paling banyak dialami penduduk di dunia adalah DM tipe 2, yaitu sekitar 90-95% dari seluruh pasien DM adalah DM tipe 2 (Smeltzer & Bare, 2001). Diabetes tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin (PERKENI, 2011).
Prevalensi DM diperkirakan terus meningkat setiap tahunnya terutama di negara berkembang. Pasien DM di dunia pada tahun 2011 berjumlah 366,2 juta jiwa dan angka tersebut akan terus meningkat dan diperkirakan pada tahun 2030 menjadi 551,8 juta jiwa (IDF, 2011). Penyakit DM menempati urutan keempat penyakit penyebab kematian di negara berkembang (Sicree et.al., 2009). Indonesia sebagai negara berkembang menempati urutan kesepuluh dengan jumlah pasien DM terbanyak (IDF, 2011). Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2003 menyatakan pasien penyakit DM di Indonesia sebanyak 133 juta jiwa (PERKENI, 2011). Prevalensi pasien diabetes tersebut akan meningkat dan diprediksi pada tahun 2030 akan mencapai 21,3 juta jiwa (Kemenkes, 2012). Propinsi Jawa Timur merupakan salah satu propinsi dengan prevalensi DM tipe 2 di atas prevalensi nasional (1,1%), yaitu mencapai 1,3%, dengan jumlah pasien DM yang cukup tinggi adalah Kabupaten Jember (BPS, 2010). Pada tahun 2012 pasien DM di Kabupaten Jember mencapai 8.619 orang (Harian Surya, 2013). Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di RSD dr. Soebandi Jember pada bulan Oktober tahun 2013, jumlah pasien DM di Poli Interna RSD dr. Soebandi berjumlah 4.300 pasien pada tahun 2012, dan 4.200 pasien diantaranya adalah pasien DM tipe 2 tanpa komplikasi. Data kunjungan pada tahun 2013 dari bulan Januari sampai dengan September 2013 berjumlah 4.625 pasien dan pada tahun 2014 jumlah pasien DM bertambah menjadi 5.694 pasien. Penyakit yang diderita serta pengobatan yang sedang dijalani oleh seorang pasien DM dapat mempengaruhi kapasitas fungsional, psikologis dan kesehatan sosial serta kesejahteraan pasien DM. Hal tersebut juga dapat memberikan pengaruh pada kualitas hidup pasien DM (Yusra, 2010). WHO (1997)mendefinisikan kualitas hidup sebagai persepsi dari individu terhadap posisinya dalam kehidupan dalam konteks budaya dan sistem nilai dan kaitannya dengan tujuan, harapan serta standar yang ada. Berdasarkan penelitian Isa & Baiyewu (2006) didapatkan hasil 65,4% menunjukkan hasil kualitas hidup sedang pada pasien DM dan 13,9% menunjukkan kualitas hidup pasien DM yang buruk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here